Tips memilih nama website untuk bisnis

0 260

Ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam memilih nama sebuah website. Karena sudah pasti, tujuan kita membeli domain adalah untuk kebutuhan profesional, bukan sekedar asal ingin beli.

Misalnya saja, melalui domain sendiri ini, kita akan membangun website profesional untuk non-public branding. Atau memulai bisnis toko on-line dengan intention yang besar. Tentu saja penamaan brand dan domain harus kita pikirkan matang- matang, bukan?

Bahkan jika Anda belum berpikir jauh sekalipun, memilih nama domain yang baik untuk website itu penting. Karena dengan sendirinya, ini akan memudahkan calon pengunjung untuk berkenalan dengan website Anda. Setuju?

Sebelum kita melangkah lebih jauh, penting untuk memahami di awal apa itu domain. Sebagian besar dari kita mungkin langsung tahu domain itu seperti apa. Namun sebagian, ada juga yang belum.

Secara umum, kita dapat mengartikan domain sebagai alamat yang akan mengantarkan seseorang ke laman website yang akan dituju.

Sedangkan pengertian domain ini sendiri adalah nama yang diberikan untuk mengidentifikasi sebuah jaringan tanpa menggunakan alamat internet protokol yang terdiri dari angka- angka yang rumit dan sulit diingat.

Artinya, domain merupakan bentuk sederhana dari alamat IP yang berupa kombinasi angka – angka yang rumit.

Alih- alih menggunakan alamat IP http://182.Eleven.555.Eleven, tentu lebih mudah untuk mengakses alamat https://maniahoster.com, bukan?

Domain terdiri dari dua elemen utama. Dalam hal website yang Anda akses ini, maniahoster.Com, ini terdiri dari nama web (maniahoster) dan ekstensi domain (.Com). Dengan nama ini, Anda tidak perlu repot- repot mencari alamat IP dari web maniahoster. Cukup ketik alamat domainnya, dan Anda akan sampai. Mudah, kan?

Cara Memilih Nama Domain yang Baik untuk Website
Memilih nama domain mungkin sekilas terdengar sepele. Namun nyatanya banyak juga yang merasa pusing karena bingung apa nama domain yang cocok untuk dipilih.

Tunggu dulu, memilih nama domain juga bukan sekedar cocok- cocokan atau keren- kerenan ya. Karena akan repot saat Anda menyadari pentingnya melakukan branding dan mengembangkan website, jika diawali dengan memilih nama domain yang salah.

Nah untuk itu, sobat hoster akan berbagi recommendations cara memilih domain yang baik untuk sebuah website. Pemilih nama ini tidak melulu terkait merek atau brand atau niche yang Anda miliki. Bisa salah satu dari opsi tersebut, atau bahkan tidak langsung berkaitan dengan opsi tersebut.

Simak ulasan kami berikut ini!

1. Pilih Nama yang Singkat dan Mudah Diingat

Tidak ada aturan baku untuk menentukan panjang pendeknya nama domain. Meski begitu, Anda harus tetap menjaga nama domain Anda ringkas dan mudah diingat. Sebagai patokan, nama domain sebaiknya tidak lebih dari tiga kata panjangnya.

Nama domain yang pendek atau ringkas tentu cenderung mudah dibaca dan diingat. Misalnya saja untuk beberapa situs terkenal, seperti facebook.Com, atau tokopedia.Com. Anda langsung bisa mengingatnya, bahkan saat situs tersebut relatif masih baru, bukan?

Nama domain yang singkat juga lebih hemat space. Misalnya saat Anda akan mencantumkannya ke dalam portofolio on-line atau kartu nama.

2. Nama Domain Mudah Dieja, Ditulis, dan Dibaca

Jika Anda memilih domain yang terdiri dari dua kata, usahakan huruf terakhir kata pertama dan huruf pertama kata kedua bukan dua huruf vokal yang bertabrakan. Karena jika bertabrakan, akan menyulitkan pengunjung saat mengetik atau membacanya.

Misalnya hindari penggunaan domain : ‘jakartaabadi’, atau ‘mayaananda.Com. Kedua jenis domain ini rawan typo saat diketikkan. Belum lagi jika masing- masing kata mempunyai tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Contohnya realiimuna.Com (hanya contoh).

Hindari juga menggunakan konsonan berurutan untuk menciptakan nama domain aneh. Misalnya saja rnxt.Com.
Hindari penggunaan angka, tanda hubung dan kata- kata rumit saat memilih domain website

Selain itu, usahakan menggunakan ejaan sederhana dalam memilih nama domain. Bukan bahasa planet atau bahasa dengan ejaan yang berbeda antara bacaan dan tulisan. Misalnya domain ‘warungbandung.Com’ tentu lebih mudah diingat daripada ‘waroengbandoeng.Com’. Atau ‘kaosjawa.Com’ pasti lebih mudah diingat daripada ‘kaosdjawa.Com’.

Tentu saja pemilihan nama domain dengan bahasa unik tadi masih memungkinkan. Masih bisa diingat orang dengan usaha branding yang lebih ekstra. Jika Anda memang menganggarkan price range yang besar untuk branding nama unik sebagai emblem bisnis Anda, pemilihan nama domain tersebut masih oke- oke saja.

3. Hindari Tanda Penghubung dan Angka

Website- website besar menghindari penggunaan tanda penghubung dan angka di domain mereka karena menurut mereka terlihat tidak efektif. Daripada menggunakan tanda penghubung, mereka lebih senang untuk menempelkan dua kata begitu saja.

Sebagai contoh, pasarotomotif.Com tentu lebih mudah diingat daripada pasar-otomotif.Com atau pasar-otomotif86.Com. Atau maniahoster90.Com akan menyulitkan daripada maniahoster.Com tentunya.

Tentu ini berkaitan erat dengan poin no. 2 tadi. Tanda penghubung memungkinkan untuk sulit ditulis dan dieja. Kemungkinan besar untuk typo akan menjadi lebih besar dan pengunjung bisa redirect ke website kompetitor atau menemukan laman error.

4. Gunakan Brandable Name dan Kreatif

Nama domain ini nantinya akan menjadi identitas website dan emblem bisnis. Terlebih saat website Anda ramai dan berencana melakukan pengembangan yang lebih jauh lagi.

Untuk itu, penting untuk menggunakan brandable name atau nama yang kreatif agar kedepannya bisa melakukan branding dengan mudah. Selain itu, pastikan nama domain tetap mudah dicari, diingat, dan dibagikan oleh pengunjung website.

Brandable domain ini sendiri artinya adalah nama yang unik, menarik, dan top notch, alias luar biasa. Lantas bagaimana cara mendapatkan brandable name ini?

Berikut adalah beberapa suggestions yang bisa Anda coba :

Buat kata baru
Ciptakan satu kata unik baru yang terdengar catchy untuk menarik perhatian dan tentunya harus mudah diingat. Misalnya saja Google dan Yahoo adalah contoh brandable domain yang berasal dari kata baru.
Plesetan atau Singkatan dari Kata yang Sudah Ada
Jika kesulitan untuk menemukan kata baru, cobalah untuk membuat plesetan atau singkatan dari kata yang sudah ada. Karena plesetan, berarti tidak sama persis ya. Sedikit dibelokkan agar menjadi nama kreatif. Misalnya saja logo markobar yang merupakan salah satu logo martabak terkenal.
Gunakan nama dari generator domain call
Kalau sudah benar- benar menthok, tapi masih ingin punya brandable domain call, Anda bisa menggunakan generator domain call sebagai inspirasi ide. Dengan mesin generator ini, Anda bisa mendapatkan nama unik untuk domain dengan memasukkan kata- kata yang menurut Anda cocok sebagai nama domain. Dan voila.. Ada segudang ide untuk inspirasi nama domain Anda.

5. Sisipkan Kata Kunci Jika Memungkinkan

Saat sudah mempunyai domain dan mengelola website nanti, tentu kita ingin laman web kita mudah ditemukan di hasil pencarian Google. Nah, untuk melakukan ini, memang ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

Dan salah satunya, adalah menyisipkan kata kunci penting di domain Anda. Misalnya saja Anda menjual madu. Jika memungkinkan, Anda bisa menggunakan ‘maduberseri.Com’ atau ‘agenmaduherbal.Com’ untuk domainAnda.

Penggunaan domain nomer dua bisa Anda terapkan jika memang Anda mutlak hanya berjualan di niche spesifik saja dan tidak berniat menambahkan branding yang kuat.

Meski begitu, recommendations ini tidak mutlak karena ada cara- cara lain juga yang bisa Anda lakukan untuk mengoptimalkan website di laman pencarian.

6. Penggunaan Kata Kunci Industri

Kata kunci industri artinya menyisipkan kata yang berkaitan dengan industri dari produk atau jasa yang kita tawarkan. Berbeda dengan no. Five dimana itu spesifik langsung dengan kata kunci utama yang incar.

Misalnya saja Anda mempunyai bisnis frozen food, maka Anda bisa memasukkan kata ‘frozen’ di domain. Atau jika Anda menjual produk- produk natural atau kecantikan, Anda bisa memasukkan kata ‘herbal’ atau ‘beauty’ di brand domain Anda.

Contohnya adalah elisabeauty untuk emblem toko kosmetik yang menjual berbagai jenis kosmetik dan produk kecantikan. Atau vanilla hijab sebagai identitas bahwa mereka menjual produk hijab.

7. Cantumkan Nama Daerah untuk Bisnis Orientasi Lokal

Jika bisnis Anda hanya berorientasi pada goal penduduk lokal, Anda bisa memasukkan nama daerah tersebut ke dalam domain.

Contohnya Anda berada di Semarang dan hanya melayani konsumen di kota tersebut, maka bisa menamai domain Anda ikanasapsemarang.Com.

8. Gunakan Ekstensi yang Relevan

Ekstensi domain dapat menggambarkan fungsional dari masing- masing ekstensi itu sendiri. Berikut beberapa ekstensi populer dengan fungsionalitasnya :

.Com : Biasanya untuk website komersil secara umum.
.Org : diguankan untuk organisasi atau kelembagaan.
.net : untuk website yang berkaitan dengan teknologi dan jaringan.
.Co : biasanya untuk situs perusahaan
.Biz : merupakan ekstensi untuk situs bisnis
.Data : meurpakan ekstensi untuk situs yang bersifat informatif
Ekstensi domain komersial .Com saat ini masih menjadi yang nomor satu. Tidak heran, tingkat kompetisi nama domainnya pun sangat tinggi.

Jika domain yang Anda inginkan sudah tidak tersedia dalam ekstensi .Com, tidak ada salahnya untuk mencoba ekstensi populer lainnya seperti .Online, atau .Site. Bisa juga dengan ekstensi .Id yang mempunyai kredibilitas tinggi.

9. Lakukan Riset Nama Domain

Saat memilih nama domain, sebaiknya Anda memastikan apakah nama domain ini sudah atau belum pernah digunakan oleh pihak lain. Jika pernah, Anda perlu memastikan reputasi yang dimiliki domain tersebut tidak buruk sebelumnya.

Untuk cek records domain, Anda bisa menggunakan situs Wayback Machine.

10. Menggunakan Identitas Domain untuk di Media Sosial

Untuk membangun kredibilitas branding, baik itu secara personal, organisasi atau bisnis, pastikan nama domain Anda mirip dengan nama akun di media sosial. Selain memudahkan pengelolaan konten, strategi ini cukup efektif untuk membangun identitas on-line bisnis Anda.

11. Beli Beberapa Ekstensi Domain Sekaligus

Jika Anda memiliki anggaran yang cukup, cobalah pertimbangkan untuk membeli beberapa ekstensi sekaligus untuk satu nama domain. Mengapa hal ini perlu?

Pertama, agar orang dengan niat buruk tidak membeli domain Anda dengan ekstensi yang berbeda. Jika ini terjadi, reputasi website Anda bisa menerima dampak negatif jika pihak tersebut menggunakan website Anda untuk tujuan buruk.

Kedua, agar orang tetap dapat masuk ke website Anda meski mengetik ekstensi yang salah. Tentu saja Anda perlu melakukan placing redirect lebih dulu melalui cPanel di website hosting atau document .Htaccess.

12. Jangan Menunda Beli Domain

Cara cek nama domain
Jika sudah punya nama domain pilihan, hindari untuk menunda membelinya. Pasalnya, nama domain akan cepat terjual. Jika Anda sudah menentukan nama dan tak kunjung membelinya, domain itu bisa segera dibeli oleh orang lain.

Untuk membeli domain , cobalah masuk ke website perusahaan penyedia domain. Misalnya saja name.Com. Selanjutnya masukkan nama domain yang ingin Anda beli.

Jika nama domain Anda masih available atau tersedia, Anda bisa langsung membelinya, sesuai dengan ekstensi yang Anda inginkan.

13. Lindungi Reputasi Domain dan Website

Setelah membeli domain dan membangun website, jangan lupa untuk bertanggungjawab dengan domain yang Anda beli. Karena dengan mengelola domain dengan baik, disinilah Anda mulai membangun reputasi bisnis Anda.

Hindari mengisinya dengan konten tidak pantas, melakukan spamming yang bisa merusak optimasi SEO, atau membeli domain dengan tujuan untuk melancarkan aksi cyber crime.

Selanjutnya, isilah konten website Anda dengan konsep dan intention yang Anda menyenangkan, lakukan strategi promosi digital secara organik maupun berbayar dan optimalkan strategi sales funnel lainnya.

14. Pertimbangkan Potensi & Resiko Jangka Panjang

Penting sekali untuk berpikir jangka panjang dalam urusan memilih nama domain website. Masing- masing pilihan dan tips di atas, pada umumnya, bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Misalnya untuk menggunakan keyword pada domain. Ini akan baik untuk mendongkrak performa search engine marketing, tapi akan sulit untuk branding jangka panjang. Anda mungkin juga berpikir menggunakan istilah gaul yang sedang ngehits, tapi perlu dipertimabngkan apakah itu relevan untuk jangka panjang atau tidak.

Nama domain juga akan menentukan reputasi website di mesin pencari. Jika tiba- tiba Anda mengganti nama domain di masa depan, tentu membangun reputasi dan optimasi yang Anda lakukan harus dimulai dari nol lagi.

Untuk itu, pertimbangkanlah matang- matang saat akan memilih nama untuk domain website. Pastikan nama domain unik Anda ini relevan sepanjang masa.

Kesimpulan

Mempunyai domain sendiri, berarti Anda sudah siap untuk mempunyai website expert untuk mengoptimalkan bisnis Anda. Namun tentu saja, Anda perlu mengawalinya dengan memilih domain yang baik dan tepat untuk website.

Memilih domain yang baik punya peranan penting untuk membentuk kesuksesan bisnis online di masa depan. Mulai dari urusan branding, recognition, hingga berujung pada penjualan.

Sebagai penutup artikel, kami akan menyajikan beberapa pertanyaan yang sering menjadi FAQ dalam bab domain ini :

Apa yang dimaksud dengan domain?
Domain adalah nama yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah jaringan tanpa menggunakan alamat internet protokol berupa angka- angka yang rumit dan sulit diingat.

Berapa panjang jumlah karakter best untuk nama domain?
Domain sebaiknya tidak ringkas dan singkat agar mudah diingat. Panjangnya sebaiknya tidak lebih dari 17 karakter atau tidak lebih dari 3 kata.

Bagaimana cara memilih nama domain yang baik untuk website?
Untuk memilih nama domain yang baik dan tepat untuk website, setidaknya ada 14 hal yang perlu dipertimbangkan. Mulai dari pemilihan nama yang singkat, nama yang mudah dieja, dan diketik, penggunaan brandable call pada domain, dan masih banyak lagi.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.